Saturday, February 20, 2016
Wednesday, June 10, 2015
Wedding Story : Akad Nikah
Assalamualaikum ^-^
Hari Jum'at, tanggal 3 April 2015.
Pagi setelah sholat Subuh, Ibu Perias dateng dengan semua timnya.
Rencananya jam 06.30 acara Lamaran, jam 07.00 Akad Nikah.
Sekitar jam 06.20 rombongan Mas Ay sampai di rumah.
Semua orang mulai panik, termasuk saya -__-
Ayah Mama menyambut kedatangan keluarga Mas Ay, mengalungkan kalung melati ke leher Mas Ay dan menerima beberapa bingkisan lamaran dari keluarga besar Mas Ay.
Saya dimana ? Masih dirias di kamar, tahap finishing.
Jam 07.00
Acara Akad Nikah dimulai.
Mas Ay sempat panik, ternyata banyak undangan yang hadir, iya.. grogi.
Salah saya juga sih, lupa bilang kalo acara Ijab Qobul nya nggak jadi di dalam rumah, hehe.
Selama di kamar, saya dzikiiirr terus.
Berdoa agar saya mendapat jodoh yang barokah.
Tarik nafas panjang-panjang, sampai-sampai staf periasnya bilang, "Senyum dong Mbak, kenapa.. deg-deg an ya?". Ngebatin, "YA IYALAH..".
Nggak lama kemudian Pak MC ngetuk pintu kamar, bilang, "Alhamdulillah sudah SAH mbak Anggi.."
Alhamdulillah.
Mas Ay menjemput saya di kamar.
Bergandengan tangan, menuju pelaminan, tsaahh..
Alhamdulillah lancar.
Ternyata pria ini yang selama ini Allah simpan untuk saya.
Semoga saya bisa menjadi istri yang sholihah.
Semoga kamu bisa menjadi jalanku menuju surga-Nya, amin.
Wassalam ^-^
Hari Jum'at, tanggal 3 April 2015.
Pagi setelah sholat Subuh, Ibu Perias dateng dengan semua timnya.
Rencananya jam 06.30 acara Lamaran, jam 07.00 Akad Nikah.
Sekitar jam 06.20 rombongan Mas Ay sampai di rumah.
Semua orang mulai panik, termasuk saya -__-
Ayah Mama menyambut kedatangan keluarga Mas Ay, mengalungkan kalung melati ke leher Mas Ay dan menerima beberapa bingkisan lamaran dari keluarga besar Mas Ay.
Saya dimana ? Masih dirias di kamar, tahap finishing.
Jam 07.00
Acara Akad Nikah dimulai.
Mas Ay sempat panik, ternyata banyak undangan yang hadir, iya.. grogi.
Salah saya juga sih, lupa bilang kalo acara Ijab Qobul nya nggak jadi di dalam rumah, hehe.
Selama di kamar, saya dzikiiirr terus.
Berdoa agar saya mendapat jodoh yang barokah.
Tarik nafas panjang-panjang, sampai-sampai staf periasnya bilang, "Senyum dong Mbak, kenapa.. deg-deg an ya?". Ngebatin, "YA IYALAH..".
Nggak lama kemudian Pak MC ngetuk pintu kamar, bilang, "Alhamdulillah sudah SAH mbak Anggi.."
Alhamdulillah.
Mas Ay menjemput saya di kamar.
Bergandengan tangan, menuju pelaminan, tsaahh..
Alhamdulillah lancar.
Ternyata pria ini yang selama ini Allah simpan untuk saya.
Semoga saya bisa menjadi istri yang sholihah.
Semoga kamu bisa menjadi jalanku menuju surga-Nya, amin.
Wassalam ^-^
Wedding Story : Siraman
Assalamualaikum ^-^
Alhamdulillah sekarang sudah menyandang status sebagai seorang Istri.
Beberapa bulan lalu saya menulis tentang sepenggal kisah hunting seserahan/lamaran/peningset.
Sekarang saya akan menulis tentang rangkaian acara pernikahan.
Acara berlangsung selama 2 hari.
Hari Kamis, tanggal 2 April 2015, acara Siraman.
Hari Jum'at, tanggal 3 April 2015, acara Akad Nikah dan Resepsi.
Dan sekali lagi, alhamdulillah semuanya lancar.
Alhamdulillah sekarang sudah menyandang status sebagai seorang Istri.
Beberapa bulan lalu saya menulis tentang sepenggal kisah hunting seserahan/lamaran/peningset.
Sekarang saya akan menulis tentang rangkaian acara pernikahan.
Acara berlangsung selama 2 hari.
Hari Kamis, tanggal 2 April 2015, acara Siraman.
Hari Jum'at, tanggal 3 April 2015, acara Akad Nikah dan Resepsi.
Dan sekali lagi, alhamdulillah semuanya lancar.
Acara dimulai dengan Ayah dan Mama meminta restu kepada Nenek, istilah jawanya sungkem.
Alhamdulillah Nenek masih "lengkap" semua.
Setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan Bleketepe yang ada di pagar pintu masuk.
Dan, saat yang mengharukan bagi saya pun dimulai.
Sebelum sungkem, saya diminta untuk membaca suatu teks.
Berisi tentang permohonan maaf kepada Ayah dan Mama sebelum menjalani sebuah pernikahan.
Bergetar hati saya saat membaca teks tersebut.
Sampai-sampai saya bertanya dalam hati, "Ya Allah, sudah siapkah saya untuk menikah? Sudah siapkah saya menomorduakan mereka karena kewajiban baru saya sebagai seorang istri harus berbakti kepada suami? "
Tak lama kemudian, semuanya menangis. Terharu :')
Setelah acara Sungkeman selesai, selanjutnya adalah Siraman.
8 orang keluarga dan 1 orang perias pengantin.
Diakhiri dengan proses wudhu.
Saya dibawa ke dalam rumah untuk dirias.
Sedangkan para undangan di ruang acara membaca Surat Ar-Rahman dan Surat Waqiah.
Selanjutnya Dodol Dawet, bahasa Indonesia nya Jual Dawet.
Betapa kompaknya Ayah Mama, Ayah pegangin payung, Mama jualin dawet *^-^*
Uangnya pake kreweng. Bentuknya bulet, warna coklat.
Setelah itu dihitung, uangnya diserahin ke saya.
Saya sudah berubah menjadi cantik bermakeup, haha.
Jadi ceritanya Ayah Mama jual dawet untuk biaya pernikahan anaknya.
Manisnyaaa ^-^
Selanjutya, makan Nasi Tumpeng.
Ceritanya, untuk terakhir kali disuapin Ayah Mama.
Selanjutnya foto-foto deh.
Hmmm.. Semoga Ayah Mama selalu dalam lindungan Allah.
Diberi kesehatan yang barokah dan selalu dihujani hidayah oleh Allah.
Amin.
Wassalam ^-^
Thursday, August 21, 2014
un title.
Tanpa permintaan siapapun, tanpa tuntutan siapapun.
Semata-mata saya lakukan untuk memenuhi perintah Allah.
Saya ingin menjadi seseorang yang lebih baik.
Saya ingin menjadi seseorang yang bisa mengajak orang lain menjadi lebih baik.
Saya ingin orang-orang yang ada di sekitar saya membuat saya menjadi lebih dekat pada Allah.
Tapi, sebagai manusia, tentu saya pernah melakukan kesalahan.
Baik itu sebelum saya berhijab, maupun setelah berhijab.
Baik dari lisan saya, sikap saya, maupun prasangka yang saya miliki.
Seketika setelah menyadari bahwa yang saya lakukan itu mendatangkan dosa, saya merasa malu dengan hijab ini.
Saya malu.
Saya malu Allah melihat saya.
Saya merasa hina di hadapan-Nya.
Hijab seharusnya bisa menjadi "rem" untuk bersikap.
Hijab seharusnya bisa menjadi alat untuk menjadi seorang muslimah yang lebih baik.
Wassalam ^^
Semata-mata saya lakukan untuk memenuhi perintah Allah.
Saya ingin menjadi seseorang yang lebih baik.
Saya ingin menjadi seseorang yang bisa mengajak orang lain menjadi lebih baik.
Saya ingin orang-orang yang ada di sekitar saya membuat saya menjadi lebih dekat pada Allah.
Tapi, sebagai manusia, tentu saya pernah melakukan kesalahan.
Baik itu sebelum saya berhijab, maupun setelah berhijab.
Baik dari lisan saya, sikap saya, maupun prasangka yang saya miliki.
Seketika setelah menyadari bahwa yang saya lakukan itu mendatangkan dosa, saya merasa malu dengan hijab ini.
Saya malu.
Saya malu Allah melihat saya.
Saya merasa hina di hadapan-Nya.
Hijab seharusnya bisa menjadi "rem" untuk bersikap.
Hijab seharusnya bisa menjadi alat untuk menjadi seorang muslimah yang lebih baik.
Wassalam ^^
Wednesday, April 30, 2014
Grey Green.
Piknik sama adek di Playground Malang.
Nyempetin foto, pake maksa adek dulu tapi :p
Outfit :
Green Jacket by Jus d'Orange
Light Grey Plain Skirt
Bag by B&G Sophie Paris
Watch by Sophie Paris
Shoes by Sophie Paris
Green Khasmir Scarf
Wassalam ^^/
Seserahan. Lamaran. Peningset. Part 2.
Minggu siang. 27 04 2014.
Sebelum berangkat cari Part 2, mampir ke warung degan ijo beli'in camer, mau dijadiin obat :)
Pas keluar awan udah mendung banget.
Si Mas Ay juga laper katanya, akhirnya makan mie pangsit di daerah Oro-oro Dowo.
Kelar makan tiba-tiba ujan deres banget.
Hampir 1 jam ujannya awet deresnya.
Akhirnya nekat nerobos ujan, sungkan sama ibu jualan mie pangsit kalo lama-lama disitu :p
Tujuan selanjutnya Matahari Pasar Besar.
Nyari sendal.
Setelah nyari-nyari akhirnya nemu yang sesuai selera dan sesuai harganya, terus bingung diantara 2 pilihan warna.
Tanya Mas Ay bagus yang mana, jawabnya "Apa aja bagus kok.."
Jawabannya nggak jawab pertanyaan, sama sekali.
Sampe-sampe ada ibu-ibu pengunjung ikutan ngejawab dengan ramah, "Bagus yang warna item mbak, lebih cantik.."
*krik krik krik krik*
Mungkin si ibu itu ikut menyimak pembicaraan kami dari kejauhan selama 3 menit sebelumnya, dimana saya gemes banget dan setengah maksa Mas Ay buat kasih komentar --"
*malu*
Udah manteb sama warna item, eh ternyata kata mbak SPG ukuran 37 kosong.
Fiuuuhh..
Akhirnya ambil warna yang lain.
Buat ibu yang sebelumnya kasih saya saran, maaf ya bu, Allah berkehendak lain :p
Setelah dari Matahari, lanjut ke Altara, di seberang jalan.
Mau beli sajadah.
Pilih ini, pilih itu, bingung.
Tanya Mas Ay bagus yang mana, jawabnya sama.
"Apa aja boleh.."
Betapa sangat menggemaskannya pria ini >.<
Hari itu udah dapet sendal, sajadah dan tasbih.
Minggu depan lanjut lagi huntingnya :)
Wassalam ^^/
Sebelum berangkat cari Part 2, mampir ke warung degan ijo beli'in camer, mau dijadiin obat :)
Pas keluar awan udah mendung banget.
Si Mas Ay juga laper katanya, akhirnya makan mie pangsit di daerah Oro-oro Dowo.
Kelar makan tiba-tiba ujan deres banget.
Hampir 1 jam ujannya awet deresnya.
Akhirnya nekat nerobos ujan, sungkan sama ibu jualan mie pangsit kalo lama-lama disitu :p
Tujuan selanjutnya Matahari Pasar Besar.
Nyari sendal.
Setelah nyari-nyari akhirnya nemu yang sesuai selera dan sesuai harganya, terus bingung diantara 2 pilihan warna.
Tanya Mas Ay bagus yang mana, jawabnya "Apa aja bagus kok.."
Jawabannya nggak jawab pertanyaan, sama sekali.
Sampe-sampe ada ibu-ibu pengunjung ikutan ngejawab dengan ramah, "Bagus yang warna item mbak, lebih cantik.."
*krik krik krik krik*
Mungkin si ibu itu ikut menyimak pembicaraan kami dari kejauhan selama 3 menit sebelumnya, dimana saya gemes banget dan setengah maksa Mas Ay buat kasih komentar --"
*malu*
Udah manteb sama warna item, eh ternyata kata mbak SPG ukuran 37 kosong.
Fiuuuhh..
Akhirnya ambil warna yang lain.
Buat ibu yang sebelumnya kasih saya saran, maaf ya bu, Allah berkehendak lain :p
Setelah dari Matahari, lanjut ke Altara, di seberang jalan.
Mau beli sajadah.
Pilih ini, pilih itu, bingung.
Tanya Mas Ay bagus yang mana, jawabnya sama.
"Apa aja boleh.."
Betapa sangat menggemaskannya pria ini >.<
Hari itu udah dapet sendal, sajadah dan tasbih.
Minggu depan lanjut lagi huntingnya :)
Wassalam ^^/
Wednesday, April 23, 2014
Seserahan. Lamaran. Peningset. Part 1.
Hari Minggu pagi udah bayangin mau kesana kemari nyari lamaran sama Mas Ay.
Bikin suasana hati bagus banget.
Pulang ngaji sekitar jam 11 dapet sms, mau diajak ke rumah sodara-sodara dulu sebelum hunting barang.
Saya mendadak gugup.
Jam 1 Mas Ay dateng jemput.
Dibawalah saya ke rumah Bude, eh disana lagi ada Camer sama Tante juga.
Semakin gugup.
Nggak lama kemudian diajak ke rumah Tante yang lain, dan semuanya ikutan kesana juga.
Semakin gugup ndak karuan.
Ngobrol blah blah blah.
Jam 2.30 berangkat.
Niat berangkat dari rumah sih beli perlengkapan mandi dulu.
Paling gampang dan nggak ribet soalnya, hehe.
Langsung meluncur ke Malang Townsquare (Matos).
Begitu nyampe, naik ke Matahari, mau nyari handuk.
Udah nemu handuk, akunya takut ketipu harga.
Daripada ragu, akirnya nggak jadi ambil.
Lanjut turun ke Hypermart beli sabun sampo sikat dan pasta gigi.
Liat-liat handuk lagi, setelah pilih-pilih, eh nemu handuk yang sama kayak di Matahari.
Ternyata lebih murah di Matahari.
Setelah bayar belanjaan, naik ke Matahari, LAGI.
Dan kayaknya sih ada yang nge-batin : "Tadi udah nemu handuk nggak dibeli, sekarang mau kesana lagi beli itu handuk, hhhh.."
Hahaha, sabar ya Maaaass..
Saya itu orangnya HEMAT :) :) :)
Udah ada jiwa ke-ibu-an ini, hahaha
Selanjutnya beli daleman.
*saya nge-batin
* kenapa daleman jadi bahan buat lamaran sih ?
* kenapaaa ? ?
* kan belum jadi suamiii.. kenapa beli'in begituaann ? ?
Mampir ke salah satu toko.
Liat-liat, eh akunya mati gaya gara-gara diliatin Mas Ay.
Diliatin mbak pegawai tokonya pula.
Akirnyaaa.. nggak jadi beli.. pergi ajaa.. saya maluuu >.<
Keluar Matos, lanjut ke Trend.
Kenapa ke Trend ? Biar enak milih "itu" nya, nggak ada pegawai toko yang ngintilin :p
Udah dapet "itu" nya, lanjut jalan ke Ratu, liat-liat paket kosmetik.
Sebelum pulang, nyempetin makan dulu.
* sebenernya sempet window shopping juga ke beberapa toko sepatu, tapi belum ada yang cocok*
Wassalam ^^/
Bikin suasana hati bagus banget.
Pulang ngaji sekitar jam 11 dapet sms, mau diajak ke rumah sodara-sodara dulu sebelum hunting barang.
Saya mendadak gugup.
Jam 1 Mas Ay dateng jemput.
Dibawalah saya ke rumah Bude, eh disana lagi ada Camer sama Tante juga.
Semakin gugup.
Nggak lama kemudian diajak ke rumah Tante yang lain, dan semuanya ikutan kesana juga.
Semakin gugup ndak karuan.
Ngobrol blah blah blah.
Jam 2.30 berangkat.
Niat berangkat dari rumah sih beli perlengkapan mandi dulu.
Paling gampang dan nggak ribet soalnya, hehe.
Langsung meluncur ke Malang Townsquare (Matos).
Begitu nyampe, naik ke Matahari, mau nyari handuk.
Udah nemu handuk, akunya takut ketipu harga.
Daripada ragu, akirnya nggak jadi ambil.
Lanjut turun ke Hypermart beli sabun sampo sikat dan pasta gigi.
Liat-liat handuk lagi, setelah pilih-pilih, eh nemu handuk yang sama kayak di Matahari.
Ternyata lebih murah di Matahari.
Setelah bayar belanjaan, naik ke Matahari, LAGI.
Dan kayaknya sih ada yang nge-batin : "Tadi udah nemu handuk nggak dibeli, sekarang mau kesana lagi beli itu handuk, hhhh.."
Hahaha, sabar ya Maaaass..
Saya itu orangnya HEMAT :) :) :)
Udah ada jiwa ke-ibu-an ini, hahaha
Selanjutnya beli daleman.
*saya nge-batin
* kenapa daleman jadi bahan buat lamaran sih ?
* kenapaaa ? ?
* kan belum jadi suamiii.. kenapa beli'in begituaann ? ?
Mampir ke salah satu toko.
Liat-liat, eh akunya mati gaya gara-gara diliatin Mas Ay.
Diliatin mbak pegawai tokonya pula.
Akirnyaaa.. nggak jadi beli.. pergi ajaa.. saya maluuu >.<
Keluar Matos, lanjut ke Trend.
Kenapa ke Trend ? Biar enak milih "itu" nya, nggak ada pegawai toko yang ngintilin :p
Udah dapet "itu" nya, lanjut jalan ke Ratu, liat-liat paket kosmetik.
Sebelum pulang, nyempetin makan dulu.
* sebenernya sempet window shopping juga ke beberapa toko sepatu, tapi belum ada yang cocok*
Wassalam ^^/
Subscribe to:
Posts (Atom)




